Minggu, 03 Desember 2017

DUNIA PENDIDIKAN kita yang TIDAK BERMUTU



Sri Mulyani


Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan kenaikan anggaran pendidikan yang signifikan tak membuat kualitas pendidikan di tanah air menjadi lebih baik. Bahkan saat ini kualitas pendidikan Indonesia di mata dunia masuk kategori cukup rendah.
Sri mengatakan, kualitas pendidikan di Indonesia berdasarkan data dari Global Human Capital Report 2017 yang diterbitkan World Economic Forum (WEF) hanya berada pada posisi 53. Sementara, Vietnam menduduki peringkat 8 dunia.


Padahal, lanjut dia, Indonesia dan Vietnam merupakan negara dengan investasi anggaran yang cukup besar terhadap pendidikan. Sri mengatakan, kedua negara sama-sama memberikan porsi 20% dari anggaran pemerintah untuk porsi pendidikan.

Menurut Sri, persoalan ini disebabkan karena kualifikasi guru yang ada di Indonesia kurang mumpuni. Dia mengatakan, banyak guru yang direkrut tidak sesuai kualifikasi.




Pendidikan dan Peranan Bagi Pembangunan
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Brawijaya Candra Fajri

PERINGATAN Hari Guru yang bertepatan dengan ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) tanggal 25 November kemarin, mengingatkan pesan moral yang sangat berharga bahwa ada sesuatu yang sering kita lupakan dalam menyusun bunga rampai pembangunan di Indonesia. Hal tersebut tidak lain adalah atensi yang layak terhadap eksistensi para guru di dalam sistem pendidikan dan pembangunan Indonesia.

Tidak dapat kita pungkiri bahwa pendidikan merupakan instrumen penting dalam pembangunan jangka panjang. Pengembangan pendidikan dampaknya memang tidak terjadi secara seketika karena sifatnya sebatas outcome. Sektor pendidikan bersama dengan bidang kesehatan selalu dikait-kaitkan dengan faktor pembentuk kualitas sumber daya manusia (SDM) di suatu wilayah/negara. Pada tahap berikutnya dalam kaitannya dengan dunia ketenagakerjaan (employment), kualitas pembentukan SDM akan berimplikasi positif terhadap kualitas keperilakukan (behaviour) dan keterampilan (skills). Sehingga banyak pemangku kebijakan di suatu wilayah/negara memandang bahwa sistem pendidikan (termasuk di dalamnya soal kinerja tenaga pendidik/guru) merupakan aspek vital yang harus dipelihara perkembangannya.

Ada alasan mengapa perhatian terhadap kinerja tenaga kependidikan menjadi sangat penting. USAID menjelaskan dalam salah satu artikelnya bahwa guru adalah pembentuk akal dan karakter bangsa. Kemajuan sebuah bangsa sangat ditentukan oleh kemampuan para pendidiknya untuk mengubah karakter generasi penerusnya ke depan. Tugas utama para guru adalah menumbuhkan keingintahuan anak didik dan mengarahkannya dengan cara yang paling mereka minati. Jika anak didik diberi rasa aman, dihindarkan dari celaan dan cemoohan, berani berekspresi dan bereksplorasi secara leluasa, maka secara normatif akan tumbuh menjadi insan yang penuh dengan percaya diri dan optimistis.


Kritik Jokowi ke SMK: 80% Gurunya Normatif


Kritik Jokowi ke SMK: 80% Gurunya Normatif 
Gencarnya pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintahan Kabinet Kerja dirasa belum cukup. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pembangunan fisik harus diikuti dengan pembangunan sumber daya manusia.

Demikian disampaikannya dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2017 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa (28/11/2017).

Dalam hal pembangunan sumber daya manusia, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi tulang punggungnya. Sayang, menurut Jokowi, SMK masih punya tugas yang berat dalam menyediakan tenaga pengajar yang bisa mendidik siswa pada peningkatan keterampilan.

"80% lebih guru SMK itu guru normatif," kata Jokowi dalam kesempatan yang dihadiri para pelaku ekonomi dan pelaku industri jasa keuangan tersebut.

Guru normatif yang dimaksud, lanjut Jokowi, adalah guru Bahasa Indonesia, Guru PPKN, Guru Agama dan guru pendidikan normatif lainnya.

Menurutnya, SMK harusnya banyak melibatkan guru-guru yang mengajarkan keterampilan agar para lulusannya bisa miliki keterampilan sesuai dengan kebutuhan industri.

"Bukan tidak perlu (pendidikan normatif), tapi kalau di SMK harusnya guru-guru yang bisa melatih," tegas Jokowi.

Keterampilan yang dimiliki akan sangat bermanfaat bagi tenaga kerja Indonesia untuk dapat dengan cepat masuk dalam bursa lapangan kerja. Selain itu, ketersediaan tenaga kerja terampil akan sangat bermanfaat dalam pengoperasian berbagai infrastruktur yang tengah dan telah dibangun pemerintah.

Sebut saja pembangunan infrastruktur jalan tol, program listrik 35.000 megawatt dan berbagai infrastruktur lain yang butuh tenaga terlatih untuk pengoperasiannya.

LEMBAGA KAJIAN HUKUM DAN MASYARAKAT - Peduli Keadilan komentar : ... Bahwa PENDIDIKAN itu berjalan CENDERUNG SEENAKNYA SENDIRI ... Padahal SEHARUSNYA ... DUNIA TEORI itu harus berkorelasi dengan DUNIA PRAKTEK ... Karena TIDAK BERKORELASI ... Maka MANFAATNYA sangat TIDAK TERASA ...

Sumber berita Survey oleh LEMBAGA SURVEY MASYARAKAT SURABAYA : adalah Katadata News, SINDOnews dan Detikcom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MENGAJARI MAHASISWA

LBH JAYA NUSANTARA ... Tetap mengajari MAHASISWA  ... Tentang pemahaman HUKUM di Negeri ini  ...  Walaupun antara TEORI dan PRAKTEK ny...