Sabtu, 07 Desember 2019

MENGAJARI MAHASISWA





LBH JAYA NUSANTARA ... Tetap mengajari MAHASISWA  ... Tentang pemahaman HUKUM di Negeri ini  ...  Walaupun antara TEORI dan PRAKTEK nya ... Terdapat KESENJANGAN yang tinggi  ...  karena prakteknya masih RUWET, MBULET dan gak karu-karuan  ...

LBH JAYA NUSANTARA - TETAP EKSIS




LBH JAYA NUSANTARA  ...  Tetap EKSIS  ...  Walaupun  TIDAK PERNAH Mendapat bantuan dari pihak lain  ...  Tetap menjalankan misi dan visinya  ...  LBH PRO RAKYAT tetap bersama dengan Rakyat Negeri ini  ...

Rabu, 13 November 2019







SUARA MASYARAKAT KITA :

Masyarakat kini sudah saatnya ikut bersuara tentang Kondisi Negeri ini.

Manajemen PEMERINTAHAN harus dijalankan dengan BAIK.

Perlunya AUDIT di segala bidang ... Adalah sebagai BAHAN KONTROL untuk mengkaji dan menganalisa ... apakah PROGRAM PEMERINTAH sudah berjalan dengan BAIK ...

Adanya KORUPSI yang BERKELANJUTAN ... Suatu PERTANDA bahwa MANAJEMEN PEMERINTAHAN ... Belum berjalan dengan BAIK !

Senin, 11 November 2019

SEMUA KUBU PERADI apa TIDAK sah yah !











Buntut Gugatan DPN Peradi yang Kandas Lagi: Semua Kubu Peradi Tidak Sah?

Bukan penolakan pokok gugatan. Namun ada pertimbangan hakim soal tidak mengakui legal standing.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) kembali memutus tidak dapat diterima/Niet Ontvankelijke verklaard (NO) untuk gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) oleh Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) kubu Fauzie Yusuf Hasibuan. Kali ini, putusan Majelis Hakim justru menyisakan tanda tanya besar soal legalitas ketiga kubu yang sama-sama mengaku pengurus Peradi yang sah.

Putusan PN Jakpus Nomor: 667/Pdt/G/2017/PN Jkt Pst yang dibacakan, Kamis (31/10), memutus gugatan Peradi pimpinan Fauzie Yusuf Hasibuan melawan Peradi ‘Rumah Bersama Advokat’ yang dipimpin Luhut M.P. Pangaribuan. Tanpa masuk ke persoalan pokok perkara gugatan, Majelis Hakim memutus NO karena menilai Fauzie Yusuf Hasibuan tidak memiliki legal standing untuk mewakili kepengurusan Peradi mengajukan gugatan.

Sapriyanto Refa, kuasa hukum DPN Peradi kubu Fauzie membenarkan kabar bahwa gugatan pihaknya terhadap kubu Peradi tandingan kembali tidak diterima. “Belum masuk ke pokok perkara, itu hanya berkaitan legal standing,” kata Refa saat dihubungi Hukumonline. Ia mengatakan bahwa hakim mempertimbangkan kondisi tidak sah atas penundaan Musyawarah Nasional (Munas) Peradi di Makassar tahun 2015.

Perlu diingat bahwa Fauzie Yusuf Hasibuan terpilih dalam pelaksanaan Munas lanjutan Peradi di Pekanbaru, Riau pada pertengahan Juni 2015. Penundaan Munas di Makassar diumumkan oleh Otto Hasibuan yang menjabat Ketua Umum Peradi kala itu. 
Dalam konferensi pers saat penundaan, Otto mengaku bahwa keputusan penundaan diambil setelah dirinya berkonsultasi dengan panitia, baik pusat maupun lokal, dan 44 pimpinan cabang. Menurut Otto, kondisi dan situasi Munas sudah tidak kondusif lagi. Dia juga mempertimbangkan faktor keamanan.

Hasilnya adalah penyelenggaraan Munas lanjutan Peradi di Pekanbaru, Riau. Pada saat yang sama muncul kepengurusan Peradi kubu Luhut M.P.Pangaribuan dan kubu Juniver Girsang. Ketiga kubu Peradi lalu sama-sama mengaku sah beraktivitas dengan nama Peradi sejak saat itu. Mulai dari penyelenggaraan Pendidikan Khusus Profesi Advokat, Ujian Advokat, hingga penerbitan Kartu Tanda Pengenal Advokat dilakukan ketiganya.

Dengan penolakan legal standing Fauzie Yusuf Hasibuan sebagai Ketua Umum Peradi, apakah berarti Luhut M.P.Pangaribuan adalah pengurus Peradi yang dianggap sah oleh Majelis Hakim?
“Kalau mau ditafsirkan begitu, keduanya malah jadi tidak sah, karena produk-produk setelah (Munas) ditunda itu jadi tidak sah semua, lalu apakah kembali lagi ke Otto Hasibuan?” Refa menjelaskan. Ia mengatakan pihaknya pasti melakukan upaya hukum bahkan jika sampai harus ke Mahkamah Agung.
Jika dibandingkan dengan gugatan yang sama ke kubu Peradi ‘Suara Advokat Indonesia’ pimpinan Juniver Girsang, PN Jakpus memberikan putusan yang sama namun beda alasan. Terhadap gugatan untuk Juniver Girsang, putusan menyatakan gugatan tersebut tidak dapat diterima/NO karena sengketa kepengurusan organisasi advokat bukan kewenangan pengadilan untuk memutuskan.

 Bahkan Majelis Hakim menyinggung soal perlu penyelesaian oleh Mahkamah Advokat. Majelis Hakim di PN Jakpus kala itu menyatakan perselisihan terkait internal kepengurusan organisasi harus diselesaikan oleh Mahkamah Advokat atau sebutan lain di DPN Peradi. Putusan ini bahkan dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

Refa mengaku heran bahwa PN Jakpus menghasilkan putusan NO yang sama namun beda pertimbangannya. “Jadi ini sama-sama NO, tapi angle-nya berbeda, makanya kami mau uji apakah mereka yang benar atau kami yang benar,” ujarnya sambil tertawa.
Dihubungi secara terpisah, perwakilan kuasa hukum dari pihak Peradi ‘Rumah Bersama Advokat’ yang dipimpin Luhut M.P. Pangaribuan memberikan penjelasan. “Pertimbangan hakim ini penting, hakim menyatakan pengangkatan Fauzie cacat hukum sehingga dianggap tidak memiliki legal standing,” kata Rita Serena Kolibonso.

Mengutip putusan NO tersebut, Rita menjelaskan bahwa Majelis Hakim setuju bahwa Otto Hasibuan melanggar peraturan internal Peradi soal penundaan Munas di Makassar. Penundaan tersebut disebutnya hanya keputusan pribadi Otto tanpa persetujuan jajaran pimpinan DPN Peradi kala itu. “Kepemimpinan Peradi itu kolektif, bukan Otto sendiri,” ujarnya.
Rita menyatakan putusan tersebut menguatkan kedudukan pihaknya untuk menyandang status pengurus Peradi. Selain itu, Rita mengatakan pihaknya juga yakin bahwa Otto Hasibuan justru pihak yang harus digugat melakukan PMH dalam kisruh kepengurusan Peradi. “Yang lebih penting bagi kami adalah hakim berani mengatakan bahwa legal standing itu disebabkan pengangkatan yang cacat hukum,” kata Rita.


Dikutip dari :  BERITA HUKUM ONLINE


Minggu, 10 November 2019







ORGANISASI ADVOKAT ada sekitar 30 bahkan bisa lebih ... Dan semuanya keberadaannya telah DIAKUI SAH karena sudah punya AHU  ... Maksudnya telah terdaftar di KEMENKUMHAM.

Hal ini berdampak pada adanya KOMPETITOR yang banyak ... Sehingga saat ini WADAH ADVOKAT untuk menjalankan PROFESI guna mendapatkan REJEKI ... Menjadi semakin sulit ...

Minggu, 22 Juli 2018

Nikmatnya Hidup di PENJARA bagi yang BERDUIT





LBH JAYA NUSANTARA komentar : ... Masyarakat bilang ... Ternyata HIDUP di PENJARA ... Memberikan KENIKMATAN tertentu ... bagi para NAPI yang berduit ... karena FASILITAS di PENJARA ... bisa DIBELI ...

MENGAJARI MAHASISWA

LBH JAYA NUSANTARA ... Tetap mengajari MAHASISWA  ... Tentang pemahaman HUKUM di Negeri ini  ...  Walaupun antara TEORI dan PRAKTEK ny...